Ketua PWI Jateng: Wartawan Tak Boleh Hanya Kejar Kecepatan, Akurasi Tetap Utama

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UNGARAN – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana mengingatkan wartawan agar tidak hanya mengejar kecepatan dalam menyampaikan informasi di tengah perkembangan media digital.

Menurut dia, setiap berita tetap harus melalui proses jurnalistik yang mengedepankan akurasi, verifikasi, etika, dan kepatuhan terhadap hukum.

Pesan tersebut disampaikan Setiawan saat membuka Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Kabupaten Semarang di ruang presroom, Senin (31/8/2026).

Setiawan mengatakan, konferensi tidak hanya menjadi agenda untuk menentukan kepengurusan organisasi.

Forum tersebut juga dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan langkah pembenahan agar PWI semakin profesional.

Ia berharap Konferkab PWI Kabupaten Semarang menghasilkan keputusan yang mampu memperkuat organisasi sekaligus menjaga kehormatan profesi jurnalistik.

“Lihatlah anggota PWI”

Setiawan yang akrab disapa Iwan mengatakan, PWI memiliki sejarah panjang dalam perjalanan pers Indonesia.

Sebagai organisasi profesi wartawan, PWI memiliki tanggung jawab untuk memastikan para anggotanya menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

“PWI merupakan organisasi besar dan organisasi yang tertua di Indonesia,” kata Iwan.

Menurut Iwan, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Kehadiran berbagai platform digital membuat berita dapat disebarkan dengan sangat cepat.

Namun, kecepatan tersebut juga menghadirkan tantangan bagi wartawan untuk tetap menjaga kualitas pemberitaan.

Iwan berharap anggota PWI dapat menjadi contoh bagi masyarakat mengenai bagaimana profesi wartawan dijalankan secara benar.

“Ketika masyarakat bertanya seperti apa wartawan itu, lihatlah anggota PWI,” tegasnya.

Menurut dia, kartu atau status keanggotaan organisasi bukan sekadar identitas.

Profesionalitas justru harus terlihat dalam setiap karya jurnalistik yang dihasilkan.

Karena itu, wartawan diminta konsisten memegang Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Pers, serta berbagai ketentuan yang dikeluarkan Dewan Pers.

READ  OPSI Gandeng PWI Salatiga, Wartawan Diajak Lebih Peka Saat Liput Kekerasan Berbasis Gender

“Wartawan yang betul-betul menegakkan kode etik jurnalistik. Wartawan yang betul-betul menegakkan aturan yang ada di dalam undang-undang negara. Wartawan yang betul-betul menegakkan peraturan-peraturan yang memang dibuat oleh Dewan Pers,” paparnya.

Konferkab jadi titik awal pembenahan

Iwan memandang Konferkab PWI Kabupaten Semarang sebagai kesempatan untuk memulai proses perbaikan organisasi.

“Ini adalah momen yang kita harapkan menjadi sebuah awal. Kapan pun kita akan menganggap itu sebagai sebuah awal untuk kita menjadi lebih baik,” tuturnya.

Ia menjelaskan, PWI Kabupaten Semarang memiliki posisi strategis dalam jaringan organisasi PWI di Jawa Tengah. Salah satu faktornya adalah tidak adanya kepengurusan PWI di tingkat Kota Semarang.

“Karena kita tidak punya PWI Kota Semarang. Dilarang oleh peraturan kita. Karena aturan kita tidak membolehkan ada PWI di ibu kota provinsi,” jelasnya.

Dalam konferensi tersebut, kondisi keanggotaan PWI Kabupaten Semarang juga menjadi perhatian.

Saat ini terdapat 10 anggota yang mempunyai hak suara dalam Konferkab. Jumlah tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kaderisasi organisasi.

Menurut Iwan, organisasi profesi wartawan perlu menyiapkan regenerasi agar keberlangsungan organisasi tidak hanya bergantung pada kepengurusan yang ada saat ini.

Penguatan kompetensi dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari orientasi kewartawanan hingga peningkatan kemampuan melalui program seperti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Regenerasi menjadi penting karena wartawan masa depan tidak cukup hanya mampu menulis berita. Mereka juga dituntut memahami hukum pers, menjunjung tinggi etika, menjaga independensi, serta memiliki integritas.

Tantangan wartawan di era AI

Tantangan kewartawanan juga semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan media siber dan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Iwan menilai teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan jurnalistik.

READ  Kolaborasi USM, Kadin, dan PWI Jateng, Sejumlah Tokoh Inspiratif Diguyur Penghargaan Prasasta Gala Awards 2026

Namun, penggunaan teknologi tidak boleh menghilangkan tanggung jawab wartawan terhadap informasi yang dipublikasikan.

Verifikasi, pengecekan fakta, menjaga akurasi, serta memastikan informasi tidak merugikan kepentingan publik tetap menjadi bagian penting dari pekerjaan wartawan.

Di tengah derasnya arus informasi digital, kecepatan publikasi tidak boleh mengorbankan kebenaran.

Wartawan tetap dituntut memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, Konferkab PWI Kabupaten Semarang diharapkan tidak berhenti pada penetapan kepengurusan baru.

Momentum tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kompetensi anggota, memperluas kaderisasi, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap profesi jurnalistik.

Iwan juga berharap hasil konferensi memberikan manfaat bagi internal PWI Kabupaten Semarang sekaligus berbagai pihak yang selama ini menjalin hubungan dan kemitraan dengan organisasi tersebut.

“Selamat berkonferensi. Mudah-mudahan hasil dari konferensi ini akan menjadi kebaikan untuk kita semua,” ujarnya sebelum secara resmi membuka Konferkab PWI Kabupaten Semarang.

Berita Terkait

OPSI Gandeng PWI Salatiga, Wartawan Diajak Lebih Peka Saat Liput Kekerasan Berbasis Gender
PWI Konsolidasikan 38 Portal Daerah, Diluncurkan Serentak 1 Oktober
Kolaborasi USM, Kadin, dan PWI Jateng, Sejumlah Tokoh Inspiratif Diguyur Penghargaan Prasasta Gala Awards 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 04:38

OPSI Gandeng PWI Salatiga, Wartawan Diajak Lebih Peka Saat Liput Kekerasan Berbasis Gender

Jumat, 25 September 2026 - 21:58

Ketua PWI Jateng: Wartawan Tak Boleh Hanya Kejar Kecepatan, Akurasi Tetap Utama

Jumat, 25 September 2026 - 21:49

PWI Konsolidasikan 38 Portal Daerah, Diluncurkan Serentak 1 Oktober

Berita Terbaru